Bagaimana Isa Warps (19) dari Eindhoven tiba-tiba mendapat kesempatan untuk bermain untuk Indonesia

Dari Eindhoven ke Jakarta, Isa Warps (19) telah resmi bergabung dengan tim nasional Indonesia. Setelah mengetahui bahwa neneknya lahir di Padang, kini ia mendapat kesempatan untuk mewakili akar budayanya dan melakukan debut internasionalnya bersama Garuda Pertiwi.

Bagaimana Isa Warps (19) dari Eindhoven tiba-tiba mendapat kesempatan untuk bermain untuk Indonesia

Bagaimana Isa Warps (19) dari Eindhoven tiba-tiba mendapat kesempatan untuk bermain untuk Indonesia: “Seperti memenangkan lotre”

Eindhoven/Jakarta – Sepak bola wanita Indonesia juga terus berkembang. Setelah tim pria berhasil merekrut pemain seperti Thom Haye, Maarten Paes, dan Kevin Diks, kini giliran tim wanita yang mendapatkan tambahan pemain baru dengan hadirnya Isa Warps. Pemain berusia 19 tahun asal Eindhoven ini telah resmi mendapatkan paspor sepak bolanya dan bisa melakukan debut untuk Garuda Pertiwi, tim nasional wanita Indonesia, pada akhir Juni.

“Rasanya seperti memenangkan lotre”

Dengan penuh kebanggaan, Warps kini bisa mengumumkannya kepada dunia. Tapi bagaimana Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) bisa menemukannya? Semuanya dimulai dengan panggilan telepon dari Debby Lim, seorang perantara yang membantu merekrut pemain untuk tim nasional.

“Dia menelepon saya dan bertanya apakah nenek saya orang Indonesia. Saya menjawab bahwa buyut saya berasal dari Indonesia. Dia berkata sayangnya itu tidak memenuhi syarat — lalu menutup telepon.”

Untuk memastikan, Isa memeriksa lagi kepada ayahnya. Dan ternyata…

“Nenek saya lahir di Padang, di pulau Sumatra. Saya segera menelepon Debby kembali, dan sebelum saya menyadarinya, saya sudah diizinkan terbang ke Indonesia untuk menyelesaikan dokumen. Rasanya benar-benar seperti memenangkan lotre. Ini adalah kesempatan yang ingin saya genggam dengan kedua tangan.”

 

Isa Warps Indonesia

 

Berkat Ulis

Lalu bagaimana Debby Lim bisa mengetahui tentang Warps? Ceritanya dimulai sekitar dua bulan sebelumnya, ketika Warps bermain dalam pertandingan futsal persahabatan melawan ADO Den Haag. Di sanalah dia menarik perhatian Ulis van Maanen.

“Segera setelah pertandingan, dia bercanda menanyakan apakah ada pemain yang memiliki darah Indonesia. Saya mengangkat tangan, dan dia langsung memberikan nama saya.”

Tak lama kemudian, panggilan telepon penting itu datang, dan Warps pun berangkat ke Indonesia bersama Felicia de Zeeuw (ADO Den Haag) dan Iris de Rouw (Sparta). Ini adalah pertama kalinya Warps keluar dari benua Eropa.

“Orang-orang di sini sangat ramah dan lembut,” katanya dari kamar hotelnya di Jakarta. “Semua komunikasi dilakukan dalam bahasa Inggris karena saya belum bisa berbahasa Indonesia. Tapi kami dijaga dengan sangat baik — semuanya diatur dengan sempurna agar prosesnya berjalan lancar.”

“Sepak bola, termasuk sepak bola wanita, sangat hidup di sini,” lanjutnya. “Hanya karena rumor bahwa saya akan bermain untuk Indonesia, saya sudah mendapatkan hampir seribu pengikut baru.”

Debut yang sudah di depan mata

Secara keseluruhan, Indonesia telah berhasil merekrut delapan pemain asal Belanda dengan cara yang sama. Pada akhir Juni, Warps bisa melakukan debutnya melawan Kirgistan. Negara-negara yang sebelumnya hanya dia kenal lewat atlas kini bisa dia jelajahi, di dalam maupun di luar lapangan.

“Bukankah itu luar biasa? Bahwa kamu bisa menggabungkan passion-mu dengan kesempatan untuk melihat bagian lain dari dunia?”

Oleh Maarten Elst – 29 Mei 2025, 09:32
Pembaruan terakhir: 29 Mei 2025, 10:58

Popular

Isa Warps in actie
Menuju SEA Games 2025
18 November 2025
Prepare for SEA Games
Timnas putri Indonesia jalani dua laga uji coba jelang SEA Games
15 November 2025
Isa & Shalika changingrooms
SEA Games: Lebih dari Sekadar Turnamen
1 November 2025